Langsung ke konten utama

Postingan

Trisula International Tbk melakukan Pembelian Kembali Saham

  Dalam laporan keterbukaan PT Trisula International Tbk (TRIS, Perseroan) nomor 01/XI/TI/2026 menjelaskan Rencana Pelaksanaan Buyback Saham dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan. Pada tanggal 02 November 2026.PT Trisula International Tbk. (Perseroan) berencana untuk melakukan Pembelian Kembali Saham atas saham-saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan yang tercatat pada PT Bursa Efek Indonesia (Bursa).  Pembelian Kembali Saham Perseroan akan dilaksanakan dengan mengacu kepada ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 13 Tahun 2023 tanggal 20 Juli 2023 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja Dan Stabilitas Pasar Modal Pada Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan (POJK 13/2023). Pembelian saham dilakukan selama 3 bulan mulao tanggal 3 November 2026 hingga tanggal  2 Februari 2027 dengan biaya yang dikeluarkan Rp 10 Milyard.
Postingan terbaru

Sepatu Bata Tbk menjual aset yang terletak di Jl. Raya Cibening, Bungursari, Purwakarta, Jawa Barat.

  Dalam laporan keterbukaan Sepatu Bata Tbk (BATA,Perseroan) nomor 041/BATA-CS/XI/2026 menjelaskan Pembelian atau penjualan aset yang sifatnya penting. Pada tanggal 30 Oktober 2026,Perseroan melakukan transaksi penjualan aset sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki dan mendukung likuiditas Perseroan.  Dengan dilaksanakannya transaksi, Perseroan akan menerima dana kas dari hasil penjualan aset yang dapat memperkuat likuiditas Perseroan.  Transaksi juga akan berdampak pada komposisi aset serta kondisi keuangan Perseroan. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Perseroan memandang bahwa pelaksanaan transaksi merupakan bagian dari langkah Perseroan dalam mengoptimalkan pengelolaan aset dan posisi keuangannya. Objek transaksi adalah aset berupa tanah seluas 42.940 m² beserta bangunan seluas kurang lebih 19.077 m², berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan Elektronik dengan Nomor Identifikasi Bidang (NIB) 10.07.000034477.0 (sebe...

Champion Pacific Indonesia Tbk Perubahan Status Perusahaan Terbuka Menjadi Perusahaan Tertutup

Dalam laporan keterbukaan PT Champion Pacific Indonesia Tbk (Perseroan,IGAR) nomor 085/CPI/DIR/X/2026 menjelaskan Keterbukaan Informasi Kepada Pemegang Saham Dalam Rangka Perubahan Status Perusahaan Terbuka Menjadi Perusahaan Tertutup dan Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Perusahaan Terbuka. Pada tanggal 02 November 2026.Keterbukaan Informasi ini dipersiapkan terkait dengan Rencana Perubahan Status PT Champion Pacific Indonesia Tbk dari Perusahaan Terbuka menjadi Perusahaan Tertutup termasuk Rencana Penghapusan Pencatatan Saham Perseroan dari Bursa Efek Indonesia. Tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perusahaan.

Danamon Mengumumkan Kinerja Keuangan Sepanjang 9 Bulan Pertama Tahun 2026

  PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”, BEI: BDMN), anggota MUFG, grup jasa keuangan global,  mengumumkan Laporan Kinerja Keuangan dan Operasionalnya untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2026 (9M2026).  Sepanjang periode tersebut, Danamon membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun 2 , tumbuh 19% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (“ year-on-year ”).  Kinerja profitabilitas ini didukung oleh pertumbuhan total kredit dan   trade finance 1   konsolidasian 2   sebesar 13% secara   year-on-year   serta peningkatan simpanan nasabah sebesar 12%   year-on-year , mencerminkan pertumbuhan intermediasi dan pendanaan yang tetap terjaga dengan didukung pengelolaan risiko dan kualitas aset yang disiplin.  Nobuya Kawasaki, Direktur Utama Danamon , menyampaikan, “Tahun ini, Danamon merayakan perjalanan tujuh dekade dengan mengusung semangat ‘Tumbuh Bersama di Setiap Langkah’. P...

Pendapatan Usaha Jasa MargaTumbuh 7,9%

  PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III 2026, didukung oleh kontribusi bisnis jalan tol dan optimalisasi operasional.  Capaian ini menjadi landasan bagi Perseroan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat konektivitas dan kualitas layanan kepada pelanggan.  Perseroan membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp15,6 triliun, tumbuh 7,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.  Pendapatan tersebut ditopang oleh Pendapatan Tol sebesar Rp14,3 triliun atau tumbuh 6,8%, serta Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 21,5% secara tahunan ( year on year /yoy).  Pendapatan Usaha Lain didukung oleh tiga lini bisnis utama Jasa Marga, yaitu pengoperasian jalan tol, preservasi jalan tol, dan bisnis prospektif.  Seiring peningkatan pendapatan tersebut, Perseroan memfokuskan strategi kuartal ketiga pada penguatan ketahanan fundamental dan optimalisasi struktu...

Peluncuran Indeks Baru (IDX Commodity 20)

  PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks baru yaitu Indeks IDX Commodity 20 (IDXCMDTY20) yang mulai dihitung dan didistribusikan pada Jumat (30/10).  Indeks IDX Commodity 20 dapat menjadi  acuan bagi investor dan manajer investasi dalam mengembangkan strategi investasi berbasis komoditas. Indeks IDX Commodity 20 mengukur kinerja harga dari 20 saham Perusahaan Tercatat yang bergerak dalam kegiatan usaha penghasil komoditas ataupun perusahaan yang bergerak di rantai pasok industri komoditas, yang mencakup sektor energi, logam dan mineral, kimia, kehutanan, pertanian dan perkebunan, peternakan, serta industri pendukung rantai dan hilirisasi komoditas. Pemilihan saham dalam indeks didasarkan pada  likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar   free float   yang tinggi. Untuk menjadi konstituen indeks IDX Commodity 20, saham harus telah tercatat di Bursa selama minimal enam bulan, aktif diperdagangkan selama enam bulan terakhir serta memenuhi klasifik...

Pembubaran melalui Likuidasi PT Bukit Multi Properti

  Dalam laporan keterbukaan PT Bukit Asam (Persero Tb ,PTBA,Persero) nomor B/1054/111000/KS.03.01/X/2026 menjelaskan Keterbukaan Informasi Pembubaran melalui Likuidasi PT Bukit Multi Properti. Pada tanggal 31 Oktober 2026,Pembubaran disertai dengan likuidasi PT Bukit Multi Properti (“PT BMP”) yang merupakan entitas anak usaha Perseroan secara tidak langsung melalui PT Bukit Multi Investama (“PT BMI”), dimana PT BMI memiliki sebanyak 99,99% saham dan Yayasan Bukit Asam (“YBA”) memiliki 0,01% saham pada PT BMP. Bahwa sejalan dengan ketentuan dalam UndangUndang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas beserta dengan perubahannya dari waktu ke waktu (“UUPT”) dan anggaran dasar PT BMP, para pemegang saham PT BMP telah menandatangani keputusan sirkuler para pemegang saham tertanggal 31 Oktober 2026 (“Keputusan Sirkuler Pembubaran PT BMP”) yang memutuskan antara lain:  a. Menyetujui pembubaran yang diikuti likuidasi PT BMP. b. Menyetujui penunjukan likuidato...